Minggu, 24 Desember 2017

Kerap Memborong Seluruh Trofi

Cristiano Ronaldo memainkan pertandingan sepakbola profesionalnya yang pertama yang digelar di kampung halamannya, pulau Madeira pada tanggal dua puluh delapan bulan Maret tahun dua ribu tujuh belas ketika megabintang yang membela Real Madrid itu berusia tiga puluh dua tahun. Ini bukanlah usia yang muda lagi sebagai seorang pemain sepakbola karena sudah lewat umur prima berita bola indonesia yang rata - rata berkisar antara dua puluh satu hingga dua puluh tujuh tahun tapi Cristiano Ronaldo bisa membuktikan bahwa umur bukanlah penghalang dalam menuai prestasi juga mencetak rekor.

Selain juga terkenal dan diakui sejagad raya karena kemampuan mencetak golnya yang konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, Cristiano Ronaldo juga dikenal sebagai salah satu pemain sepakbola yang mampu membuat keputusan yang tepat dan dengan cepat. Faktor ini membuat dirinya berbeda dibandingkan para pemain berita bola dunia lainnya, dan juga tidak jarang seorang Cristiano Ronaldo menjadi seorang pembeda pada sebuah partai sepakbola. Pengakuan ini dapat terlihat dari rentetan penghargaan man of the match alias pemain terbaik yang kerap diraihnya.



Cristiano Ronaldo pada masa itu adalah satu - satunya pemain bintang yang dimiliki oleh Portugal dan ia sebenarnya berperan sangat banyak untuk kesuksesan sekecil apapun yang didapatkan oleh Portugal. Hal ini cukup ironis mengingat Portugal sendiri adalah sebuah negara Eropa dengan tim nasional sepakbola yang cukup disegani dimata dunia. Tidak pernah mudah menjadi tumpuan utama tim berita bola apapun alasannya, dan hal ini sendiri sempat dirasakan oleh Cristiano Ronaldo beberapa tahun silam dimana ia mau tidak mau terpaksa harus memberikan seratus persen fokus kepada negara kecintaannya itu hasil yang cukup impresif.

Pada babak grup piala dunia atau World Cup tahun dua ribu sepuluh ini, Cristiano Ronaldo menjadi man of the match alias pemain terbaik pada satu pertandingan. Akan tetapi, ia diberikan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali beruntun kala Portugal menghadapi Pantai Gading yang dikenal dengan nama Cote d'Ivoire, lalu Korea Utara, serta Brasil. Mendapatkan penghargaan ini satu kali saja tidaklah mudah, namun seorang Cristiano Ronaldo berhasil meraihnya tiga kali secara beruntun. Sang kapten Portugal ini memang selalu membuat kejutan dari tahun ke tahun tanpa kenal lelah.



Berikutnya pada tanggal dua belas April tahun dua ribu tujuh belas, pada liga Champions versi UEFA pada musim tersebut, Real Madrid sudah harus bersua dengan klub raksasa asal Jerman, Bayern Munich atau Munchen pada babak perempat final. Ini merupakan partai yang menarik mengingat kedua tim bisa dibilang adalah penguasa liga domestik dinegara mereka masing - masing. Bahkan hampir tidak ada yang mampu menggoyahkan hegemoni alias kekuasaan Bayern Munchen diJerman karena mereka kerap memborong seluruh trofi turnamen dinegara yang pernah dipimpin oleh Adolf Hitler itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar