Rabu, 08 November 2017

Diberikan Setiap Setahun Sekali

Gianluigi Buffon melakukan debut alias mencatatkan penampilan perdananya di Serie A yang merupakan panggung utama sepakbola di Italia sana membela Parma ketika tim tersebut dilatih oleh Nevio Scala. Gianluigi Buffon juga bahkan sempat menjaga gawangnya tidak kebobolan ketika berhadapan melawan AC Milan yang kemudian menjadi juara Serie A nantinya dimusim tersebut. Pada laga yang digelar tanggal sembilan belas bulan November tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh lima kala itu, pertandingan antara kedua belah kubu berita bola dunia harus berakhir dengan skor imbang tanpa gol sama sekali.

Selain itu, Gianluigi Buffon mampu membawa Parma menempati urutan kedua di grup mereka dibelakang Borussia Dortmund yang menjadi juara bertahan berita bola pada pergelaran piala Liga Champions sebelumnya. Borussia Dortmund dari Jerman juga sebenarnya merupakan sebuah klub dengan sejarah yang panjang dan juga telah memenangkan beberapa gelar bergengsi dikancah domestik Bundesliga maupun regional, Liga Champions Eropa walaupun memang tidak dapat dipungkiri bahwa prestasi mereka kalah jauh mentereng dibandingkan pesaing utama didalam negeri, Bayern Munich atau Munchen.



Berikutnya pada musim Serie A tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh hingga delapan, Gianluigi Buffon mampu mengantarkan klubnya saat itu Parma finish di posisi kelima pada panggung Serie A Italia disamping juga mampu meraih babak semifinal di pergelaran piala Coppa Italia dan pada saat yang bersamaan, mereka harus rela tertendang keluar dari liga Champions setelah kalah jumlah poin pada babak penyisihan grup. Liga Champions sangat berbeda sekali dengan turnamen domestik karena disini tidak semua tim tahu kekuatan serta strategi yang diterapkan oleh lawan masing - masing di atas lapangan hijau.

Selanjutnya pada musim sepakbola Seria A Italia tahun dua ribu hingga dua ribu satu, Gianluigi Buffon cukup berperan penting dalam perjalanan Parma mencapai partai final pergelaran piala Coppa Italia. Akan tetapi kisah ini harus berakhir dengan ending yang sedih karena Parma bertekuk lutut dihadapan Fiorentina kala itu dan hanya mampu meraih posisi kedua alias runner up saja. Selain itu, Parma juga harus tersingkir pada pergelaran piala UEFA dironde eliminasi yang ketiga. Gianluigi Buffon muda merupakan seorang pemain berita bola indonesia berbakat yang terjebak disebuah klub yang biasa - biasa saja.



Tidak hanya sampai disitu saja penghargaan yang diterima oleh Gianluigi Buffon kala itu, namun penjaga gawang yang mengenakan nomor punggung satu di Juventus dan tim nasional Italia ini juga mampu mendapatkan peringkat kelima dalam perburuan gelar kiper terbaik didunia versi IFFHS, sebuah organisasi yang bertugas menyusun serta mengarsipkan sejarah pesepakbolaan dunia, disamping juga Gianluigi Buffon kala itu bahkan berhasil menempatkan namanya dalam daftar nominasi penerima penghargaan Ballon d'Or yang hanya diberikan setiap setahun sekali kepada pemain sepakbola terbaik didunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar